KEPALA Dinas Pendidikan Aceh, Anas M. Adam, membantah informasi pemangkasan anggaran dalam Rencana Kebijakan Anggaran (RKA) APBA 2015.
"Kami tadi malam rapat dengan anggota dewan DPRA Komisi 5 dan Bappeda, tidak ada pemangkasan anggaran justru yang ada penambahan program,"
Ketika ditanya program seperti apa yang bertambah, Anas M. Adam tidak menjelaskan secara rinci. Ia hanya mengatakan, "ada beberapa kegiatan dan program yang disarankan oleh anggota dewan yang bertambah."
Anas kemudian menjelaskan beberapa penambahan program tersebut dengan mencontohkan, "misalnya kita ada program pembangunan sekolah A, tapi dewan menyarankan agar sekolah B dulu yang dibangun, karena sekolah B lebih butuh pembangunan ataupun perbaikan."
"Tapi yang jelas tidak adanya pemangkasan ataupun sulap menyulap di RKA, tapi yang ada justru penambahan program," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) diduga memotong anggaran tanpa sepengetahuan DPR Aceh sebesar Rp15 juta hingga Rp20 juta per mata anggaran.
Rata-rata anggaran yang disunat adalah usulan masyarakat yang ditampung oleh anggota DPR Aceh.
Misalnya, untuk rehab gedung yang disepakati dalam KUA PPAS senilai Rp50 juta. Namun saat diusulkan ulang di RKA oleh salah satu SKPA menjadi Rp35 juta. Sebanyak Rp15 juta yang dipotong raib atau mengalir ke program lain tanpa sepengetahuan dewan.
Tanwir Mahdi, anggota DPR Aceh, membenarkan adanya pemotongan tersebut. Politisi Demokrat ini juga menyebutkan salah satu SKPA yang sering mengalihkan dana tanpa sepengetahuan dewan.
“Di Dinas Pendidikan Aceh itu biasa terjadi. Mungkin wartawan bisa menginvestigasi hal ini,” kata Tanwir Mahdi singkat.
Sumber : atjehpost.co
