Bergantinya Era Kepemimpinan dari Satu Generasi Kegenerasi Selanjutnya  Bagaikan Lomba Estafet yang Berpindah tongkat dari satu tangan Pelari Ketangan  ke Pelari lainnya, itulah gambaran roda kepemimpinan sejagat raya ini,semua pemimpin selalu membawa visi dan misinya sebagai bagian  menanam harapan bagi rakyatnya, visi misi itu sangat  bagus untuk mewujudkan kesejtraan,dari segala demensi kehidupan sosial, ekonomi dan pendidikan

Berbagai konsep dan program diciptakan oleh pemerintah untuk mensejahterakan rakyat dalam kehidupan yang berkeadilan demi tercapainya Kemakmuran sebagai tugas pokok bagi pemerintah dalam wujudkan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat.
Bebagai Gejolak social tak henti-hentinya terjadi di penjuru negeri, tak terkecuali  Negeri yang Berada di Ujung Barat Pulau Sumatra yang Menyandang Berbagai Julukan nama yang membuat anak negeri Bangga akan Negerinya.

Namun dibalik kemegahan nama yang di sandang oleh negeri yang pernah didera konflik dan tsunami, dan juga salah satu negeri yang mendapat kekhususan dari pemerintah pusat.
Sepuluh tahun telah berlalu dari konflik dan tsunami namun harapan rakyat negeri ini masih menuai fatamorgana, banyak anak negeri ini mengadu nasib dinegeri jiran (malaysia),bekerja demi sesuap nasi,bekerja demi menuai kewajiban akan anak istri. Begitu sulitkah lapangan kerja dinegeri yang menyandang nama pusaka kaya,,,? Hanya anak negeri diperantauan yang mampu menjawab pertanyaan ini, sering mereka berpesan "hujan emas dinegeri orang hujan batu dinegeri sendiri",kapan hujan emas digeri kita..?
Angka pengangguran yang tinggi menandakan ketidak seriusan dan ketidak mampuan pemerintah dalam mewujudkan impian penghuni negeri ini.
Belum lagi Kemiskinan bagaikan penyakit  kronis yang mendera rakyat,ketidak mampuan pemenuhan akan kebutuhan dasar sangat terasa bagi rakyat dipedalaman,dengan harga barang yang tidak sesuai dengan harga komuditi yang dihasilkan oleh rakyat dari hasil pertanian dan perkebuna.
Untuk mendapatkan penghidupan layak dengan bertempat tinggal yang layak belum kunjung terpernuhi.
Sudah sharusnya pemerintah  beserta segenap rakyat untuk sadar dan bangkit dengan penuh keikhlasan serta keseriusan untuk membangun diri dan negeri yang kita cintai ini.
Dengan setetes harapan kami anak negeri sangat mendambakan negeri yang bisa memberi kemakmuran bagi kami anak negeri.