Denmark : Sabtu 21 Maret 2015 Masyarakat aceh yang berdomisili di denmark mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepat di gedung Flistedvej 10, 9000 Aalborg Nordjylland – Denmark. Dalam kegiatan tahunan tersebut, dan Masyarakat aceh di denmark mengundang salah seorang penceramah dari Aceh, Tg. Yusri Puteh yang berasal dari kabupaten Pidie tepatnya di kota sigli untuk membawakan ceramah maulid dengan tema ” Keteladan Rasulullah dalam kehidupan sosial ”.
Maulid Nabi dilaksanakan tak ubahnya seperti di aceh, mulai dari zikir dan makan khaduri bersama serta dakwah maulid, ini mungkin bagian dari pada masyarakat aceh yang berada di europa untuk melepaskan rindu suasana maulid di negeri aceh tercinta.
Kegiatan tahunan ini terlaksana berkat dukungan masyarakat aceh denmark dan, ini juga bagian silaturrahmi Masyarakat aceh yang berada dibeberapa negara europa lainnya seperti Sweden dan Norwagia yang juga turut hadir.
Seperti yang di ungkapkan langsung oleh Tgk Yusri Puteh dalam perbincangan dengan saya ketua II SAAI beliau benar-benar merasakan suasana layaknya di aceh. Tgk Yusri Puteh juga menambahkan untuk memenuhi undangan kehormatan ini dari masyarkat aceh denmark harus menempuh waktu kurang lebih 15 jam perjalanan mulai dari jakarta ke denmark dengan 3 kali translit jakarta, singapura, Istambul ( Turki ) dan denmark by Airplan.
Setiba di bandara Aalborg lufthavnen Tgk Yusri Puteh di sambut oleh Ketua Masyarakat aceh Tarmizi Busu beserta rombongan yang berdomisili di Denmark menjemput kedatangan beliau di airport tersebut sepertima mana layaknya sambutan yang hangat.
Dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW beliau menyampaikan antosianya sama sebagaimana layaknya di aceh ,” Lage di gampöng hana meubeda, acara khanduri sama yang pasti lage di gampöng ” yang artinya seperti layaknya di kampung , tidak sedikitpun berbeda, dengan acara kenduri bersama-sama yang pastinya sama percis seperti di kampung alias Aceh. Ujar beliau dalam percakapan via mobil phon.
Menurut beliau trandisi masyarakat aceh yang berdomisili di Denmark ”menyoé lön kalon saban, cuman karna menyoé di nengroé gob ken beda beok bak lingkungan, menyoé sabe kedroé droé teuh saban ”. Yang artinya ” kalau saya lihat sama, cuman kalau di negeri orang kan bedak sedikit aja terhadap lingkungannya, kalau sesama sendiri ya sama aja kayak di aceh "
