PIDIE JAYA - Perwakilan Pijay bekerja sama dengan Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar aksi penggalangan dana, Senin (25/5/2015) untuk membantu ratusan warga muslim etnis Rohingya yang terdampar di pesisir pantai Seunuddon, Aceh Utara. Aksi solidaritas itu dilakukan dengan cara mendirikan posko bantuan, tepat di depan Masjid Jamik Quba Pangwa. Selain itu, mereka juga turun ke seluruh sekolah tingkat SMP-SMA Se Pijay dan ke jalan-jalan sambil membawa kardus bekas untuk menghimpun donasi.

SAAI sendiri menurunkan seluruh anggotanya di Pijay berjumlah 23 anggota dan PII menurunkan sekitar 20 siswa-siswinya.

Berdasarkan pantauan Kami, aksi ini mendapat apresiasi warga di Pijay. Tak hanya warga biasa, sejumlah pejabat daerah ikut memberikan sumbangannya. Aksi ini juga dilakukan sambil memajang sejumlah gambar-gambar yang mengisahkan penderitaan warga etnis Rohingya semasa pelarian dari negaranya di Myanmar.

Gambar-gambar ini pun menyedot perhatian warga yang datang ke posko bantuan sebelum memberikan sumbangannya. “Mereka etnis Rohingya adalah saudara kami. Dan kami pernah juga merasakan bagaimana yang mereka rasakan, kami di sini untuk membantu mereka,” kata M Rifki Abdullah S.Pd Koordinator Aksi dari SAAI

Koordinator Didi dari PII juga mengatakan bahwa aksi itu dilakukan untuk membantu mereka agar dapat bertahan hidup selama berada di Indonesia. “Ini bentuk keprihatinan kami. Jadi soal kemanusiaan itu tidak harus dibatasi oleh ruang negara. Jadi, ketika ada suadara kita yang terdzolimi, wajib untuk dibantu,” katanya.

Menurutnya, aksi tersebut akan dilakukan selama Lima hari. Setelah itu, pihaknya akan berangkat ke Aceh Utara untuk menyerahkan bantuan warga Pijay tersebut.